Tatkala
Rasulullah khutbah hari Jumat di awal pertumbuhan Islam, masih sedikit para
Shabat yang berada di Masjid. Bersandarlah Rasulullah di pelepah kurma ketika
berkhutbah. Tibalah Islam mulai Berjaya dan para Shahabat mulai banyak dating ke
masjid. Muncullah ide kreatif Umar untuk membikinkan minbar buat nabi saw
ketika khutbah.
Dan jadilah minbar tersebut,yang kemudian dibuat berdiri untuk nabi berkhutbah. Di tengah-tengah Nabi khutbah, terdengar keanehan suara tangisan seperti tangisannya anak kecil yang ditinggal ibunya dan tidak diketahui dari mana asal tangisan tersebut.
Semakin
keras suara tangisan, maka Rasulullah berhenti berkhutbah kemudian turun dari
mimbar langsung menuju ke pelepah kurma. Para shahabat terkejut, ternyata
sumber suara berasal dari tangisan pelepah kurma.
Di
pegangah pelepah kurma tersebut dengan lemah lembut seraya beliau berkata” apa
yang membuat kamu menangis seperti ini”. (Coba lihat Nabi Sulaiman bisa
berbicara dengan hewan, tapi lebih dari itu Rasulullah bisa berbicara dengan
sesuatu yang tidak punya akal dan mulut bahkan bebatuan pun bertasbuh ketika
Rasulullah berjalan).
Pelepah
kurma menjawab”Kenapa engkau meninggalkan aku Ya Rasulullah ( diriwayatkan
jarak pelepah kurma dan tempat minbar nabi Cuma delapan langkah). Kemudian Nabi
memberi pilihan kepada pelepah kurma akan kebersamaan dengan beliau di dunia
atau di akherat yang kekal abadi.Dan memilihlah pelepah kurma hidup di surga
bersama nabi.
Masya
Allah…….apakah kita bisa menangis ketika meninggalkan sunnah nabi…..apakah kita
kalah dengan makhluk ciptaan Allah yang tidak punya akal bahkan tidak bisa
apa-apa seperti pelepah kurma.
Ayo
kita semangat menjalankan sunnah-sunnah Nabi saw demi menggapai ridho
Rasulullah, dan bisa berkumpul bersama Rasululah.