Pelepah kurma pun menangis.....


Tatkala Rasulullah khutbah hari Jumat di awal pertumbuhan Islam, masih sedikit para Shabat yang berada di Masjid. Bersandarlah Rasulullah di pelepah kurma ketika berkhutbah. Tibalah Islam mulai Berjaya dan para Shahabat mulai banyak dating ke masjid. Muncullah ide kreatif Umar untuk membikinkan minbar buat nabi saw ketika khutbah.

Dan jadilah minbar tersebut,yang kemudian dibuat berdiri untuk nabi berkhutbah. Di tengah-tengah Nabi khutbah, terdengar keanehan suara tangisan seperti tangisannya anak kecil yang ditinggal ibunya dan tidak diketahui dari mana asal tangisan tersebut.
Semakin keras suara tangisan, maka Rasulullah berhenti berkhutbah kemudian turun dari mimbar langsung menuju ke pelepah kurma. Para shahabat terkejut, ternyata sumber suara berasal dari tangisan pelepah kurma.
Di pegangah pelepah kurma tersebut dengan lemah lembut seraya beliau berkata” apa yang membuat kamu menangis seperti ini”. (Coba lihat Nabi Sulaiman bisa berbicara dengan hewan, tapi lebih dari itu Rasulullah bisa berbicara dengan sesuatu yang tidak punya akal dan mulut bahkan bebatuan pun bertasbuh ketika Rasulullah berjalan).
Pelepah kurma menjawab”Kenapa engkau meninggalkan aku Ya Rasulullah ( diriwayatkan jarak pelepah kurma dan tempat minbar nabi Cuma delapan langkah). Kemudian Nabi memberi pilihan kepada pelepah kurma akan kebersamaan dengan beliau di dunia atau di akherat yang kekal abadi.Dan memilihlah pelepah kurma hidup di surga bersama nabi.
Masya Allah…….apakah kita bisa menangis ketika meninggalkan sunnah nabi…..apakah kita kalah dengan makhluk ciptaan Allah yang tidak punya akal bahkan tidak bisa apa-apa seperti pelepah kurma.
Ayo kita semangat menjalankan sunnah-sunnah Nabi saw demi menggapai ridho Rasulullah, dan bisa berkumpul bersama Rasululah.